Lewati ke konten
Buku Loak
Sampul Focus On What Matters

Focus On What Matters

Darius Foroux

Diunggah oleh @ajeesan

Self Improvement
Tahun terbit
2025
ISBN
9786020680484
Bahasa
Bahasa Indonesia
Rating
5.0 · 1 ulasan

Deskripsi

Mengapa begitu sulit untuk hidup sejahtera di tengah kekacauan dan kebisingan? Ini bukan masalah dunia modern saja, melainkan persoalan manusia sepanjang masa. Dua ribu tahun lalu, para Stoik kuno sudah membicarakan tantangan-tantangan yang kita hadapi saat ini, seperti: Bagaimana cara menemukan ketenangan batin? Apa yang dibutuhkan untuk menjadi bahagia? Bisakah kita menjadi lebih tangguh? Jawabannya dapat ditemukan dalam Stoikisme. Fokus Saja pada yang Penting merupakan kumpulan 70 surat/esai tentang berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebahagiaan, kekayaan, kesehatan, sampai relasi. Surat-surat ini terinspirasi dari Letters from A Stoic karya Seneca sang filsuf Stoik. Sejak 2014, saya menerapkan pola pikir Stoik untuk mengubah kehidupan dan karier saya. Buku ini merupakan pengingat bagi Anda untuk fokus pada hal yang benar dalam kehidupan yang kacau ini, berupa antara lain: • latihan pikiran sederhana yang menjadikan Anda lebih tangguh dan fokus, • cara menikmati setiap momen setiap hari, • nilai-nilai Stoik yang autentik untuk meraih kehidupan yang bahagia, dan • metode yang membantu Anda lebih disiplin. Darius Foroux adalah investor, pengusaha, blogger, pembawa acara podcast, serta penulis bidang pengembangan diri dan keuangan pribadi. Ia memiliki lebih dari 281.000 pelanggan Medium dan 140.000 pelanggan newsletter untuk tulisannya yang bertema investasi dan Stoikisme. Postingan blog-nya telah dibaca 30 juta pengunjung, sementara ide serta karyanya ditampilkan antara lain di Time, NBC, Fast Company Inc., dan Observer. Untuk tahu lebih banyak, kunjungi www.dariusforoux.com.

Ulasan

Masuk untuk memberi ulasan.

A@ajeesan14 hari lalu

Focus on What Matters karya Darius Foroux menurut saya adalah buku self-improvement yang sangat kental dengan nuansa stoikisme. Bahkan, jika seseorang belum pernah mengenal filosofi Stoik sebelumnya, buku ini bisa menjadi pintu masuk yang cukup ringan untuk memahami cara berpikir tersebut. Buku ini memang secara eksplisit terinspirasi dari surat-surat filsuf Stoik seperti Seneca dan ditulis dalam format kumpulan surat/esai reflektif tentang kehidupan. Hal yang paling terasa dari buku ini adalah fokusnya pada prinsip-prinsip Stoik: menerima hal yang berada di luar kendali, memusatkan energi pada apa yang benar-benar penting, hidup dengan lebih sadar, serta membangun ketenangan di tengah kekacauan hidup modern. Foroux mencoba menerjemahkan filosofi kuno menjadi sesuatu yang lebih relevan untuk kehidupan sekarang—mulai dari pekerjaan, relasi, kesehatan mental, hingga pencarian makna hidup. Dari sisi gaya penulisan, buku ini terasa seperti sedang membaca surat dari seorang teman yang lebih berpengalaman, bukan seperti membaca buku motivasi yang menggurui. Darius Foroux banyak menggunakan pendekatan personal: ia menyisipkan pengalaman hidupnya sendiri, refleksi pribadi, serta rangkuman atau pemikiran dari buku-buku yang pernah ia baca. Karena itu, membaca buku ini terasa cukup intim dan reflektif, seolah dia sedang berbagi pelajaran hidup lewat percakapan tertulis. Struktur berbentuk surat pendek juga membuatnya mudah dibaca sedikit demi sedikit tanpa terasa berat. Meski begitu, bagi pembaca yang sudah cukup familiar dengan dunia self-help atau Stoikisme, beberapa gagasan di dalamnya mungkin terasa repetitif atau tidak terlalu baru. Buku ini lebih kuat sebagai pengingat (reminder) dibanding sumber ide yang benar-benar revolusioner. Namun justru di situ letak nilainya: ia menyederhanakan prinsip hidup yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dicerna dan dipraktikkan sehari-hari. Sebagian pembaca juga melihatnya sebagai pengantar yang mudah ke Stoikisme modern, terutama

A@ajeesan·0 komentar·14 dilihat·10 hari lalu